Media pembelajaran
Nama: Arief Hidayat
Nim: 11901064
A. Pengertian Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajar
Istilah media berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah وسائل (perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan). Menurut AECT (Association of Education and Communication Technology) yang dikutip oleh Basyaruddin (2002) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian lain media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Dari definisi-definisi tersebut dapat dikatakan bahwa media merupakan sesuatu yang bersifat meyakinkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.
Sedangkan pembelajaran atau ungkapan yang lebih dikenal sebelumnya “pengajaran” adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Oemar Hamalik menuturkan bahwa pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan yang menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
Jika diambil formasi pendapat di atas media pembelajaran adalah alat atau metodik dan teknik yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan murid dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan pengajaran di sekolah.
Dalam arti sempit, media pembelajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pengajaran yang terencana. Sedangkan dalam arti luas, media tidak hanya meliputi media komunikasi elektronik yang kompleks. Akan tetapi juga mencakup alat-alat sederhana Seperti: TV, radio, slide, fotografi, diagram, dan bagan buatan guru, atau Objek-objek nyata lainnya
3. Macam-macam media pembelajaran
Media Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran.
a. Audio
Media Audio (Suara) memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Media ini mampu memberikan pengalaman belajar kepada siswa secara baik dan efektif. Salah satu bentuk media audio ini bisa berupa rekaman suara, rekaman radio dan lain sebagainya. Di dalam dunia pendidikan media audio sering dijumpai di laboratorium bahasa. Laboratorium ini adalah tempat siswa belajar berkenaan dengan bahasa asing. Di sana siswa akan belajar mendengar, mengamati sampai menyimpulkan sesuatu dari hasil percakapan yang didengarnya.
b. Media Visual
Media Visual (Gambar) adalah media yang menitik beratkan pada indra penglihatan. Di dalam pembelajaran, media visual mampu memperlancar pemahaman siswa akan materi yang tengah diajarkan. Selain itu media ini juga bisa meningkatkan minat belajar siswa dan dapat memberikan hubungan antara dunia nyata dengan isi materi pelajaran.
Media visual terbagi menjadi 2 kelompok yaitu media visual diam dan media visual bergerak.
-Media Visual Diam
Media visual diam bisa terwujud dengan berbagai bentuk, diantaranya:
-Media Visual Bergerak
Media visual gerak contohnya adalah gambar – gambar yang wujudnya dalam suatu gerakan, contohnya film kartun bisu dan lain sebagainya. Pada dasarnya media visual ada banyak sekali bentuknya. Bagi anda yang ingin melihat contoh media pembelajaran interaktif berbasis visual, silahkan simak artikel : Contoh Media Pembelajaran Interaktif.
c. Media Audio Visual
Media Audio Visual adalah media yang menggabungkan antara media audio dan visual. Jadi disana ada gambar sekaligus suara pendukungnya. Dalam pembuatan media jenis ini, si pembuat akan memerlukan kerja ekstra. Salah satu pekerjaan yang penting dalam pembuatan media audio visual adalah storyboard dan penulisan naskah yang tentunya membutuhkan persiapan serta perencanaan yang matang.
Naskah yang nantinya akan menjadi bahan narasi tentu harus relevan dengan bahan ajar yang akan diterangkan kepada siswa. Narasi ini adalah salah satu penuntun bagi para pembuat untuk memikirkan bagaimana video bisa memvisualisasikan materi pelajaran.
d. Media Serbaneka
Media serbaneka adalah media yang dibuat berdasarkan potensi yang terdapat suatu daerah, bisa di sekolah, diperkampungan atau di suatu lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Untuk contohnya serbaneka bisa berupa: Media tiga dimensi, papan (board), realita dan sumber belajar pada masyarakat.
Papan (Board), contoh dari media ini adalah: Papan flanel, papan tulis, papan magnetik, papan buletin dan sejenisnyaMedia tiga dimensi, yang termasuk media ini diantaranya: Mock Up dan Diaroma.
Realita adalah susuatu yang bisa dijadikan media berdasarkan benda nyata, contohnya guru yang embawa sekligus memperlihatkan hewan kepada siswa.
Komentar
Posting Komentar